Kamis, 21 Desember 2017

Wayang Sasak : Cerita Nona Kecil dan Wayangnya


           Wayang Sasak dalam perkembangan zaman digital pesonanya masih tetap menarik minat. Terlihat pada gambar diatas bagaimana seorang anak perempuan begitu menikmati bermain wayang yang dalam perkembangan zaman sekarang hampir saja terlupakan. Tidak banyak anak muda zaman sekarang yang tahu apabila ditanya tentang wayang Sasak. Wayang Sasak pun mengikuti perkembangan zaman. yang dulunya hanya ada wayang kulit, kini ada pula wayang golek dan sebagainya. Khusus gambar diatas, kita diperkenalkan dengan wayang golek. Dalam gambar diatas si anak perempuan sedang menceritakan "Legenda Tanjung Menangis" cerita rakyat dari Sumbawa. Dan dengan piawainya ia menggerakkan wayang-wayang tersebut seolah wayang-wayang tersebut bernyawa.

SEJARAH SINGKAT WAYANG SASAK

         Wayang Sasak merupakan salah satu adat dan kebudayaan yang dikembangkan oleh suku Sasak, Lombok. Wayang Sasak pada awalnya merupakan wayang kulit yang diperkirakan masuk bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Agama Islam masuk Lombok pada abad 16 yang dibawa oleh Sunan Prapen putra dari Sunan Giri.

         Cerita wayang di Lombok ditulis pada daun lontar dalam bahasa Jawa dengan huruf Sasak. Ada beberapa hal serupa yang mendasar mengenai cerita wayang kulit di Lombok dengan Wayang Wong Menak di Jawa dalam hal ceritanya. Oleh karena itu, wayang yang berkembang di Lombok sering disebut dengan wayang Menak. Cerita ini menggambarkan perjuangan para tokoh Islam yang dipimpin oleh Amir Hamzah.

        Hal-hal seperti inilah yang patut kita kembangkan dan lestarikan. Adat dan Budaya merupakan aspek penting yang harus kita jaga. agar nanti bisa dinikmati pula oleh generasi-generasi di masa depan. Namun, seiring perkembangan zaman hal-hal seperti ini jadi terlupakan. Dan sudah menjadi tugas kita lah untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya ini.

19 komentar:

  1. Mantep! Budaya adalah kata lain dari sebuah keindahan.

    BalasHapus
  2. hebat postingannya, inspiratif banget…

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat sekali, bisa lebih menambah wawasan. Terimakasih sudah berbagi ilmu. :)

    BalasHapus
  4. Sangat bermanfaat sekali, bisa lebih menambah wawasan. Terimakasih sudah berbagi ilmu. :)

    BalasHapus
  5. oo.. wayang sasak ternyata seperti itu. terimakasih

    BalasHapus
  6. Ternyata sasak punya wayang baru tahu saya

    BalasHapus
  7. Ternyata sasak punya wayang baru tahu saya

    BalasHapus
  8. Luar biasa sekali, membangun sekali nih

    BalasHapus
  9. bermanfaat!
    budaya memerlukan orang" yang memang menganggapnya penting

    BalasHapus

Galeri Sakit Jiwa

Rindu yang menggebu Nafsu yang menderu Cinta yang berlalu Serta sedih yang pilu Perasaan-perasaan yang haru biru Kukumpul...